Japanese Encephalitis (JE) adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan peradangan otak pada hewan dan manusia. Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyebab utama infeksi virus neurologis dan cacat pada anak-anak. Pada hewan virus ini biasanya menyerang babi dan burung liar. Penyakit ini disebut arbovirus karena penularannya dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk culex.
Gejala yang ditunjukkan dari orang yang terjangkit penyakit ini biasanya berupa gejala yang non-spesifik yaitu sakit kepala, mual, muntah, demam. Dan karena penyakit ini menginfeksi jaringan yang menutup otak dan sumsum tulang belakang biasanya penderita juga mengalami kesulitan untuk menggerakkan lehernya. Kemudian dalam dua atau tiga hari, penderita mulai mengalami efek pembengkakan pada otak. Efek ini dapat berupa gangguan dengan keseimbangan dan koordinasi, kelumpuhan pada beberapa kelompok otot, tremor, kejang, dan gangguan dalam kesadaran.
Pelaksanaan Imunisasi JE di sekolah sudah dilaksanakan serentak pada bulan Maret 2018, sedangkan untuk pelaksanaan JE non Sekolah (Posyandu) sudah dilaksanakan pada bulan April 2018. Yang menjadi sasaran dalam pemberian imunisasi ini adalah anak usia 9 Bulan - maksimal 15 tahun.